Minggu, 27 Oktober 2013

Satpam Ditemukan Tewas di Bak Air di Penjaringan

terbunuh
Senin, 28 Oktober 2013 11:30 WIB
PUSKOMINFO - Seorang pria ditemukan tewas bersimbah darah di bak air (kolam) sebuah kantor di Jalan Pluit Timur Raya  No 33, Pluit, Penjaringan, Jakarta Utara, Senin (28/10/2013) pagi. Korban diketahui bernama, Bustanil Arifin, 30 tahun, bekerja sebagai Satpam di kantor tersebut, tewas akibat luka tusuk senjata tajam di tubuhnya.

Korban warga Angke Indah, Tambora, itu diduga dibunuh. Polisi pun tengah menyelidiki penyebabnya.

Jasad korban pertama kali ditemukan oleh Halim, penanggung jawab PT Tutu Kekal, tempat korban bekerja, pada Senin sekira pukul 06:30 WIB. Halim curiga karena tak ada jawaban saat beberapa kali membunyikan klakson dari luar pagar. "Saya turun dari mobil, ternyata gerbang terbuka dan ada ceceran darah," ujar Halim kepada petugas Polsek Metro Penjaringan.

Halim kemudian memanggil ketua RT dan RW setempat untuk ikut masuk ke kantornya. Dia curiga telah terjadi pembunuhan. Benar saja, saat menyusur arah ceceran darah, dia mendapati Arifin tewas dalam posisi telungkup di kolam bagian belakang kantor. Saat ditemukan posisi korban telungkup ke samping, mengenakan celana jeans biru dan tanpa mengenakan baju.

Kapolsek Metro Penjaringan, Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Suyudi Ario Seto mengatakan, polisi telah mengidentifikasi lokasi kejadian. "Beberapa saksi dan orang terdekat korban kami panggil untuk pemeriksaan," ujar Kapolsek.

Tidak ada barang yang hilang di kantor perusahaan perkebunan karet tersebut. Namun, sepeda motor korban tak ada di lokasi parkir. Penyidik juga sedang memeriksa rekaman kamera pemantau yang terpasang di sisi luar dan dalam kantor.

Jenazah korban kini dikirim ke RSCM untuk dilakukan autopsi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar