PUSKOMINFO - Tiga kawanan penodong dengan kekerasan di sekitar Monumen Nasional (Monas) di tembak aparat Polres Metro Jakarta Pusat, Rabu (18/12/2013) dini hari. Satu pelaku diantaranya tewas.
Ketiga pelaku yakni Irwan S, 30 tahun, Yayng Indaniel, 29 tahun dan M. Setiawan, 24 tahun. Irwan S terpaksa ditembak dibagian dada hingga akhirnya tewas lantaran berusaha menusukan pisau miliknya kepada salah seorang petugas. Sementara pelaku lain, Yayang Indaniel dan M Setiawan ditembak di bagian kakinya karena mencoba melarikan diri.
"Pelaku yang tertembak mati adalah Irwan S, sedangkan dua rekannya menderita luka tembak pada kakinya," kata Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat, AKBP Tatan Dirsan Atmaja, kepada wartawan di Mapolrestro Jakarta Pusat, Rabu (18/12/2013) kemarin.
AKBP Tatan menuturkan penangkapan keduanya berawal dari laporan salah satu pengunjung Monas, Silvi, 17 tahun, yang diancam pelaku dengan menggunakan senjata tajam.
Dia diancam agar memberikan barang berharga miliknya. Setelah barang berpindah tangan ke para komplotan, korban langsung melaporkannya ke pos polisi yang ada di wilayah Monas.
Menerima pengaduan korban, petugas langsung menyisir tiga pria yang disebutkan ciri-cirinya. Tak butuh waktu lama, polisi menemukan pelaku yang sedang nongkrong tidak jauh dari lokasi.
"Anggota langsung mencari pelaku dan akhirnya ditemukan di dekat air mancur Monas," kata AKBP Tatan.
"Mereka sudah sering dan memang kerjaan mereka adalah memalak, merampas pengunjung Monas," sambungnya.
Dari tangan pelaku, petugas mengamankan barang bukti berupa tempat buah HP dan sejumlah uang sebesar Rp245 ribu, serta satu bilah pisau berukuran panjang, yang di duga digunakan untuk aksinya untuk mengancam korban dan melawan petugas.
"Barang buktinya memang tidak seberapa, namun caranya itu terbilang sadis, mereka tak segan-segan melukai korban jika tidak menuruti kemauannya," tutupnya.
Akibat perbuatannya, kedua pelaku akan di jerat dengan Pasal 365 dengan ancaman kurungan penjara lima tahun penjara.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar