Selasa, 24 September 2013

Polda Metro Jaya Bekuk 13 Orang Sindikat Narkoba Internasional Pemasok ke Tempat Hiburan Malam


13 Orang Sindikat Narkoba ke Tempat Hiburan Malam Dibekuk Polisi
Wakapolda Metro Jaya Brigjen Pol Sudjarno dan Kabid Humas Polda Metro Jaya 
menunjukkan barang bukti narkoba dari sindikat internasional terorganisir 
yang memasok narkoba ke tempat hiburan malam di Jakarta.

Selasa, 24 September 2013 15:06 WIB
PUSKOMINFO - Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya membekuk 13 orang anggota sindikat Internasional pengedar narkotika jenis ekstasi dan sabu, yang biasa memasok narkoba ke sejumlah tempat hiburan malam di Jakarta.

Dari 13 tersangka, satu diantaranya mesti dilumpuhkan dengan timah panas di paha kanannya. Diantara mereka 4 orang diantaranya adalah perempuan.

Jaringan yang terorganisir ini dibekuk dari sejumlah tempat terpisah di Jakarta mulai 31 Agustus sampai pertengahan September 2013 lalu.

Barang bukti yang berhasil diamankan dari ke 13 tersangka adalah 151.270 butir ekstasi; 2,5 kg bubuk ekstasi dan 138 gram sabu.

Wakapolda Metro Jaya Brigjen Sudjarno dalam jumpa pers di Mapolda Metro Jaya, Selasa (24/9/2013) menjelaskan total nilai barang bukti narkoba yang disita bila dirupiahkan mencapai Rp 60 miliar lebih.

"Hasil penyitaan barang bukti dari para tersangka apabila dikonversi dengan nilai rupiah, bernilai Rp 60.508.000.000 (enam puluh miliar lima ratus delapan juta rupiah) dan korban yang bisa diselamatkan diperkirakan 187.650 jiwa," kata Wakapolda.

Menurut Wakapolda, jaringan ini dikendalikan oleh 4 orang napi yang mendekam di LP Cipinang, LP Salemba dan LP di Pekalongan, Jawa Tengah.

"Ke empat napi ini mendapat narkoba dari seorang bandar di Malaysia, yang merupakan warga negera Malaysia," katanya.

Wakapolda menjelaskan pihaknya bekerjasama dengan polisi diraja Malaysia untuk menangkap bandar utama ini.

"Setelah kami telusuri, ke empat napi pengendali jaringan ini tidak saling mengenal. Mereka beda kelompok atau sel kecil, tapi satu jaringan dengan mendapat narkoba dari seorang bandar di Malaysia," kata Wakapolda.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar