Minggu, 29 September 2013

Si 'Pilot' Pencongkel Mobil Terpaksa Dilumpuhkan Polsek Kelapa Dua

Senin, 30 September 2013 07:46 WIB
PUSKOMINFO - M. Jafar alias Pilot, 33 tahun, anggota komplotan pencongkel pintu mobil, terpaksa dilumpuhkan kakinya dengan timah panas oleh petugas Polsek Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang.

Pilot, salah satu anggota komplotan pencongkel pintu mobil yang sering beraksi di wilayah Jabotabek – Bandung itu dilumpuhkan dengan dua butir timah panas di kedua betisnya oleh Tim Anti Bandit Polsek Kelapa Dua karena mencoba kabur ketika diminta menunjukan tempat persembunyian gembong komplotannya di Kampung Bencongan, RT 04/01, Kec. Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang, Minggu (29/9/2013) malam.

“Tembakan peringatan ke udara tak dihiraukan pelaku. Tindakan tegas terpaksa diambil oleh anggota,” ungkap Kapolsek Kelapa Dua, Kompol R Sulistiyo, SE didampingi Kanit Reskrim Iptu Ade M. Ali kepada Wartawan, Minggu (29/9/2013) malam.

Penangkapan Jafar, kata kapolsek, berawal dari rekaman kamera CCTV di dalam rumah sakit Bethsaida, Gading Serpong, Kelapa Dua, Kab. Tangerang.

Dalam rekaman itu, aksi komplotan pencongkel pintu mobil itu terekam kamera pengintai tengah mencongkel pintu mobil Honda CRV B1915 PO milik Boby Hendry yang diparkir di dalam rumah sakit.

“Tas berisi laptop dan barang elektronik lainnya digasak pelaku. Total kerugian mencapai Rp 60 juta,” kata Kapolsek.

Petunjuk berharga dari rekaman CCTV tak disia-siakan Tim Anti bandit Polsek Kelapa Dua pimpinan Brigadir Ading Asroni. Dalam kurun waktu 24 jam, terang Kapolsek, pihaknya menelusuri keberadaan komplotan pencongkel pintu mobil.

Jafar dibekuk petugas ketika tengah mengembalikan mobil rental yang disewanya untuk beraksi.

Alhamdulillah, kerja keras anggota berbuah hasil. Saat ini tim masih berada diluar memburu pelaku lainnya,” papar Kanit Reskrim Iptu Ade M. Ali.

Kepada petugas, Jafar mengaku sudah puluhan kali beraksi di wilayah Jabotabek hingga Bandung, Jawa Barat. Bapak dua anak itu mengaku diajak sang kapten komplotan berinisial Rb.

Pengakuan Jafar, aksi kejahatan yang dilakukan komplotannya itu dilakukan setiap tiga hari sekali. Mobil yang ditumpangi empat orang pelaku itu selalu berputar-putar keluar masuk pusat perbelanjaan. Mereka biasa mengincar mobil di dalam basement mall.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar