Rabu, 13 Nopember 2013 14:56 WIB
PUSKOMINFO - Enam orang yang diduga sebagai preman di Pasar Induk Kramatjati, Jakarta Timur, ditangkap. Hal itu merupakan hasil sweeping yang dilakukan petugas Sabhara dari Polres Metro Jakarta Timur, Polsek Metro Ciracas dan Polsek Metro Kramatjati.
Salah seorang tukang parkir yang diamankan petugas, yakni Rahmat, 30 tahun, mengaku mendapat mandat dari seorang mandor di pasar untuk menarik bayaran dari para sopir truk muat barang yang masuk ke pasar. Tiap sopir truk dipungut bayaran Rp 7.000.
Dia mengaku tidak memiliki pekerjaan lainnya. Kesehariannya hanya bekerja sebagai kuli panggung lepas. "Sehari biasa 50 kupon. Enam ribu buat mandor seribu buat saya," kata Rahmat, di Pos Pol Pasar Kramatjati, Jakarta Timur, Rabu (13/11/2013) siang.
Kapolsek Metro Kramatjati, Kompol Handini menuturkan, kegiata operasi tersebut merupakan bagian dari operasi Cipta Kondisi. "Operasi kita langsungkan untuk menjaring mereka yang tidak ada identitas dan dan yang kedapatan membawa senjata tajam. Semua kami data kalau kedapatan ada tindak pidana nanti kami proses," ujar Kompol Handini.
Dia menuturkan, operasi yang berlangsung sejak pukul 10:00 WIB hingga pukul 14:00 WIB itu melibatkan 75 personel gabungan dari Polres Metro Jakarta Timur dan Polsek Kramat Jati serta Polsek Metro Ciracas diturunkan untuk razia tersebut. Dari data sementara, tercatat enam orang yang diduga preman telah diamankan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar