Kamis, 7 Nopember 2013 14:38 WIB
PUSKOMINFO - Satu bandit pencongkel kaca spion mobil mewah tewas ditembak polisi setelah melukai anggota serse, usai beraksi mencongkel spion di depan Gedung Gudang Garam, Jalan Jenderal Ahmad Yani, Cempaka Putih, Jakarta Pusat, Rabu (6/11/2013) malam.
“Pelaku terpaksa kami tembak karena bringas saat ia mau ditangkap malah melawan hingga satu anggota luka gores badik di lengan,” tegas Kapolsek Metro Cempaka Putih, Kompol Tofiq, Kamis (7/11/2013).
Kini jenazah bandit sadis belakangan diketahui bernama Black, 29 tahun, tewas dengan luka tembak di kaki dan kepala itu dikirim ke RS. Polri Kramatjati, Jakarta Timur.
Keterangan yang dihimpun, peristiwa pencongkelan terjadi sekira pukul 21:30 WIB. Saat kejadian, korban bernama Jodi, 24 tahun, warga Cempaka Putih Barat, tengah mengendarai mobil Harrier bernomor polisi B 411…melintas di tempat kejadian. Ketika persis di depan gedung gudang garam, mobil yang saat itu kejebak macet, datang dua pemuda langsung mendekat ke mobil Harrier warna hitam.
Begitu pelaku mendekati pengemudi, sang sopir kemudian ditodong badik dari balik kaca pintu hingga membuat korban ciut, namun naas salah satu pelaku lainnya dalam hitungan detik memetik kaca spion mobil sebelah kiri, takut dengan ancaman senjata tajam, spontan korban membunyikan klakson mobil hingga mengundang perhatian.
Namun tiga anggota serse pimpinan Kanit Reskrim AKP Supriyadi, yang sudah diploting pengamanan di lokasi, melihat pelaku berjalan sambil menenteng badik dan kaca spion mobil, polisi segera mengejar kedua bandit yang nenteng badik yang kabur ke seberang jalanan.
Setibanya di seberang jalan raya, salah satu bandit berhenti lalu dengan badik yang digenggam sempat menyerang polisi namun naas saat menghindar sambil mundur, petugas serse itu jatuh dan luka gores di lengan kiri.
Karena nyawanya terancam, petugas yang terjatuh itu dengan sigap mengambil senjata api dari balik baju dan menembak pelaku bertato itu. Satu pelaku ambruk dengan luka tembak di kaki dan kepala. Sedangkan satu pelaku lainnya berhasil melarikan diri.
Kini jenazah pemuda sadis itu segera dikirim petugas ke rumah sakit polisi dan dari tangannya disita sepucuk badik serta kaca spion mobil hasil kejahatan.
Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Pol Angesta Romano Yoyol mengatakan dalam mengantisipasi terjadinya tindak kejahatan, pihaknya telah menempatkan (memploting) pasukan di wilayah rawan. Di Jakarta Pusat ada 4 kecamatan yang rawan kejahatan antara lain Kemayoran, Kelapa Gading, Cempaka Putih dan Pulogadung. "Di wilayah itu selalu ploting di sepanjang lokasi perbatasan, dan pelaku saat beraksi masuk di wilayah Cempaka Putih,” papar Kapolres.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar